Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan

          Lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan ada yang bersifat sosial dan material. Lingkungan pendidikan secara garis besarnya oleh Ki Hajar Dewantoro dibagi menjadi tiga yang disebut dengan Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat, hal itu sejalan yang dinyatakan oleh Langeveld bahwa yang bertanggung jawab dalam pendidikan adalah keluarga,sekolah dan masyarakat (Tirtahardjha,2004). 1. Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga (Lingkungan Pendidikan Informal)           Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak yang memberikan sumbangan bagi perkembangan dan pertumbuhan mental maupun fisik dalam kehidupannya. Melalui interaksi dalam keluarga, anak tidak hanya mengidentifikasi diri dengan orang tuanya, melaikan juga mengidentifikasikan (mensatupadukan) diri dengan kehidupa...

Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan

 3. Lingkungan Masyarakat ( lingkungan Pendidikan Nonformal) 

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa pendidikan berlangsung dalam tiga lingkungan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Masyarakat mencakup sekelompok orang yang berinteraksi antar sesamanya, saling ketergantungan dan terikat oleh nilai dan norma yang dipatuhi bersama. Masyarakat sebagai kesatuan hidup memiliki ciri seperti yang dikemukakan oleh Tirtarahadja dan La Sulo (2000), yaitu antara lain : 

  1. Adanya interaksi warga-warganya
  2. Pola tingkah laku warganya di atur oleh adat istiadat, norma-norma hukum dan aturan-aturan yang berlaku
  3. Ada rasa Idensitas yang kuat yang mengikat pada warganya. Kesatuan wilayah, kesatuan adat istiadat, rasa identitas, dan rasa loyalitas terhadap kelompoknya merupakan pangkal dari perasaan bangsa sebagai patriotisme, jiwa korps, dan kesetiakawanan dan lain-lain

Selanjurnya kaitan masyarakat dengan pendidikan menurut Tirtarahadja dan La Sulo (2000), dapat ditinjau dari tiga aspek, yaitu: 

  1. Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik  yang dikembangkan maupun yang tidak dikembangkan
  2. Lembaga-lembaga kemasyarakatan baik langsung maupun tidak langsung, ikut mempunyai peran dan fungsi pendidikan
  3. Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang maupun yang dimanfaatkan. Perlu pula diingat bahwa manusia dalam bekerja dan hidup sehari-hari akan selalu memperoleh manfaat dan pengalaman hidupnya untuk meningkatkan dirinya. Dengan kata lain manusia berusaha mendidik dirinya sendiri dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang tersedia di masyarakatnya dalam bekerja, bergaul dan sebagainya

Di lingkungan masyarakat, setiap orang akan memperoleh pengalaman tentang berbagai hal, misalnya tentang lingkungan alam, tentang hubungan sosial, politik kebudayaan dan sebagainya. Di dalam lingkungan masyarakat setiap orang akan memperoleh pengaruh yang sifatnya mendidik dari oarng-orang yang ada disekitarnya, baik dari teman sebaya maupun oarng dewasa melalui interaksi sosial secara langsung atau tatap muka. Pengaruh pendidikan tersebut dapat pula diperoleh melaui interaksi sosial secara tidak langsung. 

  1. Bentuk Lingkungan Pendidikan Nasional

Masyarakat sebagai lingkunagn pendidikan nonformal sebagai lingkungan pendidikan di luar keluarga dan diluar sekolah. Pendidikan nonformal dapat terselengara secara terstruktur dan berjenjang. Contoh penyelenggaran pendidikan di dalam lingkungan pendidikan nonformal yang terstruktur dan berjenjang antara lain Kelompok Belajar Paket A, Paket B, Kursus Komputer dan bahasa inggris di lembaga kursus tertentu juga ada yang terstruktur dan berjenjang dan lain-lain. Adapun contoh penyelenggaraan pendidikan yang tidak terstruktur dan tidak berjenjang adalh ceramah agama yang titangkan di televisi, penyampaian informasi melalui koran

2. Tanggung Jawab dan Fungsi Pendidikan Nonformal

Pendidikan nonformal selain menjadi tanggung jawab pemerintah, juga menjadi tanggung jawab bersama para orang dewasa (masyarakat) yang ada di lingkungan masyarakat yang bersangkutan. Pendidikan dalam lingkungan masyarakat dapat berfungsi sebagai pengganti, pelengkap, penambah, dan mungkin juga pengembangan pendidikan di lingkungan keluarga dan sekolah

3. Kebudayaan Sebagai Bagian dari Pendidikan

Di masyarakat ada kebudayaan, sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya akan selalu terkait dengan pendidikan, utamnya belajar. Kebudayaan adalah hasil cipta dan karya manusia berupa norma-norma, nilai-nilai kepercayaan, tingkah laku dan tekhnologi yang dipelajari dan dimiliki semua anggota masyarakat tertentu.

Menurut Taylor ( Made Pidarta, tanpa tahun) kebudayaan adalah totalitas yang kompleks yang mencangkup pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, adat, dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh orang sebgai masyarakat. Sedangkan menurut Kuncaraningrat ( Tirtarahadja dan La Sulo,2000). Kebudayaan dalam arti luas dapat berwujud: 

  1. Ideal seperti ide, gagasan, nilai dan sebgainya
  2. Kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
  3. Fisik yakni hasil benda manusia

Kebudayaan dengan wujud ideal merupakan hasil-hasil karya manusia termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi, UUD 1945 di mana didalamnya tercantum dasar negara pancasila. Jadi pancasila merupakan hasil karya bangsa Indonesia memiliki nilai kehidupan yang tinggi bagi bangsa Indonesia, sehingga diakui dan dijadikan dasar dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  

4. Masyarakat Kebudayaan, dan Pendidikan

Antara kebudayaan, masyarakat dan pendidikan tidak dapat dipisahkan, dimana kebudayaan dan pendidikan merupakan bagian dari masyarakat. Pendidikan merupakan usaha manusia untuk memanusiakan dirinya, yaitu manusia yang berbudaya. Kebudayaan itu sendiri dibentuk, dilestarikan, atau dikembangkan melalui pendidikan. 

5. Karakterisrik Lingkungan Pendidikan Nonformal 

Lingkungan pendidikan masyarakat seperti kursus, kelompok belajar, majelis taklim, bimbingan tes, tergolong jalur pendidikan nonformal adapun karakteristiknya antara lain:

  • secara faktual tujuan pendidikannya lebih menekankan pada penegmbangan keterampilan praktis
  • peserta didiknya bersifat heterogen
  • isi pendidikannya ada yang terprogram secara tertulis
  • dapat terstruktur berjenjang dan berkesinambungan
  • waktu pendidikan terjadwal secara ketat atau tidak terjadwal, lama pendidikannya relatif singkat
  • cara pelaksanaan pendidikan mungkin bersifat artificial mungkin pula bersifat wajar
  • evaluasi pendidikan mungkin dilaksanakan secara sistematis dapat pula tidak sistematis
  • credential mungkin ada dan mungkin pula tidak ada. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Media Pembelajaran

Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan