Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan

          Lingkungan pendidikan adalah tempat seseorang memperoleh pendidikan secara langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan ada yang bersifat sosial dan material. Lingkungan pendidikan secara garis besarnya oleh Ki Hajar Dewantoro dibagi menjadi tiga yang disebut dengan Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat, hal itu sejalan yang dinyatakan oleh Langeveld bahwa yang bertanggung jawab dalam pendidikan adalah keluarga,sekolah dan masyarakat (Tirtahardjha,2004). 1. Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga (Lingkungan Pendidikan Informal)           Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak yang memberikan sumbangan bagi perkembangan dan pertumbuhan mental maupun fisik dalam kehidupannya. Melalui interaksi dalam keluarga, anak tidak hanya mengidentifikasi diri dengan orang tuanya, melaikan juga mengidentifikasikan (mensatupadukan) diri dengan kehidupa...

LEARNING TOGETHER

Model Pembelajaran Learning Together

Learning together merupakan model pembelajaran kooperatif yang dilakukan dengan cara mengelompokkan peserta didik yang berbeda tingkat kemampuan dalam satu kelompok (Sani, 2013:191). Metode ini dikembangkan dan diteliti oleh David dan Roger Johnson beserta rekan-rekan mereka di University of Minnetosa. Metode-metode mereka menekankan pada empat unsur (Johnson, Johnson, Houlubek, dan Roy,1984):
1. Interaksi tatap muka: para siswa bekerja sama dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan empat atau sampai lima orang.
2.    Interdepensi positif: para siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok.
3.  Tanggung jawab individual: para siswa memperlihatkan bahwa mereka secara individual  telah menguasai materinya
4.  Kemampuan-kemampuan interpersonal dan kelompok kecil: para siwa diajari mengenai sarana-sarana yang efektif untuk bekerja sama dan mendiskusikan seberapa baik kelompok mereka bekerja dalam mencapai tujuan mereka (Slavin, 2009:250)

Slavin (2009:48-56) menyatakan bahwa, "Model learning together dari pembelajaran kooperatif ala David dan Roger Johnson mungkin merupakan yang paling banyak digunakan dalam semua metode kooperatif dan telah dievaluasi dalam dalam sejumlah besar kajian. Kajian-kajian terhadap model learning together tanpa tanggung jawab individual membuahkan hasil yang sering kali berbeda-beda".
Salah satu kajian yang dilakukan oleh Johnson, Johnson, Scott dan Ramolae menemukan tidak ada perbedaan. Serangkaian kajian di Nigeria yang dilakukan oleh Peter Okebuka menemukan beberapa pengaruh positif dan negatif dibandingkan dengan kondisi individualistik dan kompetitif. Model learning together adalah model pembelajaran yang melatih keterampilan sosial siswa, melatih keberanian dan melatih bekerja sama  dalam sebuah kelompok serta melatih menyajikan suatu informasi dalam bentuk bahasa tulisan yang bergaya media cetak (koran atau majalah).
Pengalaman belajar dan hasil belajar siswa terutama ranah psikomotor dan afektif namun ranah kognitif siswa juga terangkum didalamnya, karena siswa juga belajar tentang konsep keilmuannya. Model pembelajaran learning together merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif dengan penggunaan kelompok pembelajaran heterogen dan menekankan terhadap interdependensi positif (perasaan kebersamaan), interaksi face to face atau tatap muka yang saling mendukung, saling membantu dan saling menghargai, serta tanggung jawab individual dan kelompok kecil demi keberhasilan pembelajaran. Ciri interdependensi positif pada model pembelajaran learning together siswa ditekankan bagaimana dapat mencapai tujuan kelompok. Tujuan kelompok dapat tercapai apabila komunikasi yang baik antar siswa dalam proses pembelajaran. Sedangkan interaksi tatap muka memiliki keuntungan untuk mempermudah komunikasi antar siswa sehingga informasi-informasi yang diperlukan dalam proses pembelajaran diterima dengan baik. Selanjutnya, tanggung jawab individual ditujukan agar setiap siswa telah dapat menguasai materi atau konsep sebelum diskusi kelompok berlangsung, sehingga saat diskusi proses bertukar informasi dapat berjalan secara aktif.
Kelompok kecil yang terdapat pada learning together memberikan kemudahan pembagian tugas kepada masing-masing siswa dalam kerja kelompok, sehingga semua siswa dapat berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Penggunaan kelompok pembelajaran heterogen dan penekanan terhadap interdepensi positif, serta tanggung jawab individual. Akan tetapi, mereka juga menyoroti perihal pembangunan kelompok dan menilai sendiri kinerja kelompok dan merekomendasikan penggunaan penilaian tim ketimbang pemberian sertifikat atau bentuk rekognisi lainnya. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran learning together adalah suatu model yang dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa dalam mengikuti pembelajaran yang tentunya akan berdampak pada hasil belajar siswa nantinya.
Langkah-langkah yang dilakukan pada pembelajaran learning together sebagai berikut:
1.   Guru memberi proyek untuk dikerjakan bersama oleh tiap-tiap kelompok.
2.  Kelompok membagi tugas kepada semua anggota sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
3. Masing-masing anggota kelompok bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan bersama sehingga apabila ada anggota yang kesulitan, anggota lain wajib membantu.
4.    Nilai diperoleh berdasarkan hasil kerja kelompok (Sani 2013:192).          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Media Pembelajaran

Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan